Robbymilana's Blog

Apa yang Anda lihat, belum tentu demikian adanya.

Dasar-Dasar Percakapan Bahasa Inggris

Posted by robbymilana on April 22, 2010

Pengantar
Dalam percakapan bahasa Inggris, ada beberapa dasar yang terlebih dahulu perlu diketahui, yakni Greeting, Leavetaking, dan Thanks. Hal ini hanya untuk mempermudah saja.

1. Greeting (Tegur Sapa)
Greeting diucapkan ketika kita baru bertemu dengan seseorang, entah orang itu sudah kita kenal sebelumnya atau baru kita kenal. Beberapa kata dalam greeting yang biasa diucapkan terlihat dalam gambar di bawah:

Perhatikan bagaimana kita mengucapkan greeting kepada seseorang. Sesuaikan dengan kondisi. Tidak mungkin kita mengucapkan “good morning” di siang hari, atau “good evening” di pagi hari.

Perhatikan pula kolom responds, yakni bagaimana kita memberikan respons atau jawaban jika kita yang disapa terlebih dahulu oleh orang lain.

Ada satu catatan. Kalimat “how do you do” seringkali diartikan “apa kabar”. Namun pada dasarnya kalimat itu lebih banyak tidak diartikan. Maknanya sekedar menegur saja sebagaimana “hai” atau “hello”. How do you do berbeda dengan kalimat “how are you” yang memang berarti “apa kabar”. Karena itu responds yang diberikan pun berbeda. Jika Anda disapa dengan “how do you do” maka Anda akan memberi respons “how do you do” juga. Tapi jika Anda disapa dengan kalimat “how are you”, maka baiknya Anda menjawab dengan “I’m fine” (saya baik-baik saja) atau “I’m not well” (saya kurang sehat). Respons Anda tergantung pada situasi fisik Anda saat itu.

2. Leavetaking (Berpamitan/Ucapan Selamat Tinggal)
Leavetaking diucapkan ketika kita akan berpisah atau meninggalkan seseorang yang menjadi lawan bicara. Beberapa kata dalam leavetaking yang biasa diucapkan terlihat dalam gambar di bawah:

3. Thanks (Ucapan Terima Kasih)
Thanks diucapkan ketika kita ingin berterima kasih kepada seseorang yang menjadi lawan bicara. Beberapa kata dalam thanks yang biasa diucapkan terlihat dalam gambar di bawah:

Perhatikan contoh dialog berikut:

Michelle : Hi. Good morning.
Nina : Good morning.
Michelle : May I borrow your book, Nina ?
Nina : Yes, of course. Wait a minute.
Here you are.
Michelle : Thank you very much.
Nina : You are welcome.
Michelle : See you in school, Nina.
Nina : See you.

Posted in Conversation | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Kartinem

Posted by robbymilana on April 22, 2010

Perempuan separuh baya itu kelihatan tergopoh-gopoh mengiringi anak majikannya yang tampak terburu-buru. Kain batik yang dikenakan anak perempuan bermata sipit itu sudah berkali-kali membuat langkahnya terhuyung.

“Aduh, bi. Kenapa sih aku harus pake kain dan kebaya segala?”

Kartinem, sang pembatu rumah tangga, hanya tersenyum. Anak majikannya yang mirip boneka Cina tampak lucu di matanya.

“Bi, aku rasa kayaknya kita bakal telat.” Kata si anak bernama Mei Lan itu.

“Mudah-mudahan engga, non. Ini kan hari penting. Ada upacara di sekolah non Mei.”

“Kenapa harus ada upacara hari ini? Padahal ini bukan hari Senin?”

Kartinem tersenyum, “Ini kan tanggal 21 April, non. Hari ini seluruh masyarakat Indonesia merayakan hari Kartini.”

“Hari Kartini? Hari apa itu, bi?”

“Gini loh, non. Kartini itu salah satu pahlawan nasional yg dimiliki Indonesia. Dia katanya yang dulu berjuang membela kaum perempuan. Nah karena Kartini lahir tanggal 21 April, makanya dirayain pada setiap tanggal 21 April. Seperti hari ini.”

Bibir mungil Mei Lan terlihat membentuk huruf O. Kepalanya mengangguk-angguk perlahan, mengimbangi konde kecil yang dikenakan.

“Kok bibi tau?”

Kartinem mengangguk, “Bibi masih inget pelajaran sejarah waktu SMP dulu.”

Perjalanan menuju sekolah mulai tidak terlalu terasa melelahkan dengan pembicaraan yang hangat itu. Masih separuh perjalanan dari kompleks menuju sekolah.

“Bi, Kartini itu kan membela kaum perempuan Indonesia ya?”

“Iya, non. Betul.”

Tiba-tiba wajah Mei Lan menjadi murung. Kartinem heran melihat perubahan itu.

“Kenapa, non?” Tanya Kartinem.

“Apa aku boleh merayakan juga hari Kartini? Kata teman-teman, aku ini bukan orang Indonesia. Aku orang Cina. Padahal aku engga tau Cina itu dimana. Aku cuma tau Indonesia.”

Kartinem menatap Mei Lan sedih. Katanya, “Tentu non Mei boleh merayakannya. Non Mei juga warga Indonesia. Bibi mau tanya, boleh?”

Mei Lan mengangguk. Kartinem tersenyum. “Apa setiap kali upacara hari Senin saat bendera merah putih dikibarkan dada non bergetar?”

Mei Lan menatap Kartinem serius. Kedua bola matanya agak membesar. Lalu kepalanya mengangguk.

Kartinem tersenyum. Lalu tanyanya lagi, “Apa setiap kali non Mei denger lagu Indonesia Raya dada non juga bergetar?”

Sekali ini Mei Lan menjawab cepat, “Iya, bi. Kayanya ada rasa gimana gitu di dada aku.”

“Nah, itu artinya non Mei punya Indonesia, dan Indonesia punya non juga. Indonesia itu kan orangnya macem-macem. Ada yang kulitnya coklat, ada yang item dan ada yang kuning kayak non. Semua punya Indonesia.”

Wajah Mei Lan langsung cerah. Bibirnya yang mungil tersenyum merekah. “Benar, bi?”

“Benar, non. Masa bibi bohong.”

Mei Lan semakin lebar merekahkan senyumnya. Tp sejenak kemudian dia murung memandang pembantunya.

“Kenapa lagi non?”

“Kok bibi engga ikutan upacara?”

Kartinem tersenyum, “Bibi kan harus kerja bantu nyonya. non. Jadi engga sempet upacara. Kalo bibi upacara, nanti engga kerja. Kalo bibi engga kerja, lalu anak-anak bibi punya uang dari mana untuk sekolah? Anak-anak bibi juga harus jadi orang hebat yang bisa ikut membangun Indonesia.”

Mei Lan mengangguk-angguk sambil tersenyum..

Gerbang sekolah mulai terlihat. Anak-anak TK saling tergesa memasuki pintu gerbang bersama orang tua atau pendamping mereka. Semua berpakaian ala tradisional. Semua tampak sangat berwarna. Ditimpali senyum dan tawa-tawa mungil, Indonesia memang tampak indah dengan keanekaragamannya.

“Sudah sampe, non. Non masuk ya. Nanti siang bibi jemput. Non ga boleh pulang sebelum bibi jemput. Oke?’

Mei Lan mengangguk. Kartinem bru-buru membalikan badannya. Mungkin dia malu karena cuma dia yang berpakaian dekil dan tampak sangat….pembantu.

Baru dua langkah, Mei Lan memanggil. Kartinem berhenti dan menoleh. “Ada apa lagi, Non?”

Mei Lan menghampiri setengah berlari. Lalu melompat memeluk Kartinem.

“Aku sayang bibi…”

Mendadak air mata Kartinem meleleh. Diusapnya rambut Mei Lan dengan hati-hati. “Bibi juga sayang sama non.” Keduanya berpelukan selama beberapa detik. Lalu Kartinem meminta Mei Lan segera masuk sebelum bel berbunyi.

Pembantu itu menatap punggung anak majikannya yang semakin hilang terhalang kerumunan. Ditariknya nafas berat. Diusapnya air mata yang tadi sempat menetes.

Perempuan, siapapun dia, memang pantas dihormati dan dicinta. Air mata mereka, perjuangan mereka, dan kasih sayang mereka yang membuat warna negeri ini selalu indah.

Dan Kartini, pahlawan itu, mirip dengan Chairil Anwar yang meninggal muda karena mempertahankan cita-cita bangsa: “sekali berarti sudah itu mati.”

Kartini meninggal di usia 20-an namun namanya kekal abadi. Karena Kartini, perempuan seperti Kartinem mempunyai model ikutan untuk menjadi perempuan-perempuan yang kuat dalam pembangunan bangsa. Kartinem mungkin salah satu generasinya.

Lagu Ibu Kita Kartini terdengar sayup-sayup dari balik pagar sekolah TK. Kartinem tersenyum haru mendengar alunan lagu itu. Tangan-tangannya yang pecah-pecah karena keras bekerja mengepal kuat. Ada getar emosi yang mengalir kesana. Getar kehangatan perempuan Indonesia.

Selamat Hari Kartini…

Posted in Resonansi | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Tenses

Posted by robbymilana on April 16, 2010

Tenses adalah “Bentuk-Bentuk Waktu”. Maksudnya adalah, dalam kalimat terkadang kita berbicara tentang kegiatan yang telah, sedang atau akan kita lakukan pada waktu tertentu. Tenses lah yang mempermudah bagaimana kita membuat kalimat-kalimat itu.

Dalam bahasa Inggris, Tenses atau “Bentul-Bentuk Waktu” secara umum terbagi menjadi empat (4) jenis, dan secara rinci terbagi menjadi 16 kelas. Bentuk Tenses secara umum adalah:
1. Present Tense (Bentuk Waktu Sekarang)
2. Past Tenses (Bentuk Waktu Lampau)
3. Future Tense (Bentuk Waktu Akan Datang)
4. Past Future Tense (Bentuk Waktu Akan Datang Lampau)

Sementara secara rinci Tenses terbagi ke dalam
1. Simple (Sederhana)
2. Continuous (Berlangsung/Berkelanjutan)
3. Perfect (Sempurna)
4. Perfect Continuous (Sempurna Berlangsung)

Dengan demikian bentuk Tenses secara rinci ada 16, yaitu:
1. Simple Present Tenses (Bentuk Waktu Sekarang Sederhana)
2. Present Continuous Tense (Bentuk Waktu Sekarang Berkelanjutan)
3. Present Perfect Tense (Bentuk Waktu Sekarang Sempurna)
4. Present Perfect Continuous Tense (Bentuk Waktu Sekarang Sempurna Berkelanjutan)
5. Simple Past Tenses (Bentuk Waktu Lampau Sederhana)
6. Past Continuous Tense (Bentuk Waktu Lampau Berkelanjutan)
7. Past Perfect Tense (Bentuk Waktu Lampau Sempurna)
8. Past Perfect Continuous Tense (Bentuk Waktu Lampau Sempurna Berkelanjutan)
9. Simple Future Tenses (Bentuk Waktu Akan Datang Sederhana)
10. Future Continuous Tense (Bentuk Waktu Akan Datang Berkelanjutan)
11. Future Perfect Tense (Bentuk Waktu Akan Datang Sempurna)
12. Future Perfect Continuous Tense (Bentuk Waktu Akan Datang Sempurna Berkelanjutan)
13. Simple Past Future Tenses (Bentuk Waktu Lampau Akan Datang Sederhana)
14. Past Future Continuous Tense (Bentuk Waktu Lampau akan Datang Berkelanjutan)
15. Past Future Perfect Tense (Bentuk Waktu Lampau Akan Datang Sempurna)
16. Past Future Perfect Continuous Tense (Bentuk Waktu Lampau Akan Datang Sempurna Berkelanjutan)

Namun dalam kesempatan ini hanya akan di jelaskan 8 Tenses saja yang memang digunakan pada tingkat SMP dan SMA. Yakni Simple Present, Simple Past, Simple Future, Present Continuous, Past Continuous, Future Continuous, Present Perfect dan Past Perfect.

1. PRESENT TENSE (BENTUK WAKTU SEKARANG)

A. Simple Present Tense
Simple Present Tense digunakan untuk menggambarkan sebuah kejadian rutin yang terjadi setiap hari atau sepanjang waktu.

 Febby goes to school everyday = Febby pergi sekolah setiap hari
 The earth moves round the sun = Bumi berputar mengelilingi matahari

Pada contoh-contoh di atas terlihat sangat jelas bentuk dari Simple Present Tense, yaitu kegiatan yang selalu terjadi berulang-ulang (Febby sekolah setiap hari, tidak mungkin Febby cuma sekolah selama satu hari) atau kegiatan yang terjadi sepanjang waktu (Bumi dari dahulu sampai sekarang memang beredar mengelilingi matahari dan belum berubah jadi mengelilingi bulan misalnya. Artinya peredaran itu masih terus berlangsung).

Dengan demikian rumus untuk Simple Present Tense adalah:
(+) S + V1 + (S/ES)
(-) S + Do/Does + Not + V1
(?) Do/Does + S + V1

Contoh:
(+) She goes to school everyday
(-) She does not go to school everyday
(?) Does she go to school everyday?

Penjelasan :
Pada kalimat positif (+), setelah kata kerja pertama (V1) ditambahkan “S/ES” jika Subjeknya berbentuk tunggal (She, He, It, Febby, Father…dll). Tapi jika Subjeknya jamak maka Verb-nya tidak ditambahkan “S/ES”. Misalnya pada contoh di atas subjeknya diganti “you”, maka akan menjadi seperti ini: “You go to school everyday”. Tidak ada huruf “S/ES” lagi.

Pada kalimat negatif (-) dan pertanyaan (?) juga tidak digunakan lagi akhiran “S/ES”. Namun dalam kalimatnya digunakan Do (untuk Subjek jamak; They, We, I, You) atau Does (untuk Subjek tunggal; She, He, It) kemudian diikuti “NOT”.

Sedangkan pada kalimat pertanyaan Do atau Does diletakkan pada awal kalimat, kemudian diikuti oleh Subjek dan kata kerja pertama (V1).
Semua kalimat, baik positif, negatif maupun pertanyaan digunakan kata kerja pertama (V1). Sementara bentuk waktu yang digunakan adalah:
 Everyday
 Every time
 Every week
 Always
 Usually, dll

B. Present Continuous Tense
Present Continuous Tense digunakan untuk menggambarkan sebuah kejadian yang terjadi saat ini atau sedang berlangsung.

 Febby is going to school now = Febby sedang pergi sekolah sekarang

Pada contoh di atas terlihat bahwa Febby saat ini sedang sekolah, artinya bahwa kejadiannya memang sedang berlangsung. Rumus untuk Present Continuous Tense adalah:
(+) S + To Be (Is, Am, Are) + V-Ing
(-) S + To Be (Is, Am, Are) + Not + V-Ing
(?) To Be (Is, Am, Are) + S + V-Ing

Contoh:
(+) She is going to school now
(-) She is not going to school now
(?) Is she going to school now?

Perhatikanlah bahwa dalam Continuous ciri utamanya adalah menggunakan To Be dan V-Ing, begitupun dalam Present Continuous. Nah, To Be pada Present Continuous ada 3 jenis, yakni Is, Am dan Are.

Is digunakan pada Subjek Tunggal She, He, It, Father, Mother, Ranny, Cat, dll. Am khusus digunakan untuk Subjek I. Sedangkan Are digunakan untuk Subjek Jamak They, We, You, Pens, Men, Dodo & Budi, Fathers, dll.

Jika contoh di atas diganti subjeknya, maka akan menjadi seperti ini:
(+) I am going to school now atau They are going to school now
(-) I am not going to school now atau They are not going to school now
(?) Am I going to school now? atau Are they going to school now?

Bentuk waktu yang digunakan dalam Present Continuous adalah:
 Now
 At this time
 At this moment
 At present, dll

C. Present Perfect Tense
Present Perfect Tense digunakan untuk menggambarkan sebuah kejadian yang telah terjadi pada waktu yang tidak tentu (mungkin karena lupa waktunya) di masa lampau atau kejadian yang dilakukan lebih dari satu kali di masa lampau, atau kejadian yang dilakukan di masa lampau namun masih terjadi sampai saat ini.

 Febby has gone to school = Febby pernah pergi ke sekolah
 Febby has gone to school four times = Febby pernah pergi ke sekolah 4 kali
 Febby has gone to school for 3 years = Febby telah sekolah selama 3 tahun

Rumus untuk Present Perfect Tense adalah:
(+) S + Has/Have + V3
(-) S + Has/Have + Not + V3
(?) Has/Have + S + V3

Contoh:
(+) Febby has gone to school
(-) Febby has not gone to school
(?) Has Febby gone to school?

Perhatikan! Semua kata kerja (Verb) yang digunakan adalah Verb 3. Ini menjadi salah satu ciri dari Perfect. Selain itu ciri dari Present Perfect adalah menggunakan Has/Have. Has digunakan pada Subjek tunggal (She, He, It, Ranny, Mother, dll). Sedangkan Have digunakan pada Subjek jamak (They, We, I, You).

Bentuk waktu yang digunakan adalah:
> Once > Before > Since
> Twice > Three times > already, dll

D. Present Perfect Continuous Tense
Present Perfect Continuous Tense digunakan untuk menggambarkan sebuah kejadian yang telah dilakukan di masa lampau namun masih terjadi sampai saat ini.

 Febby has been going to school since last year = Febby telah pergi ke sekolah sejak tahun lalu

Rumus untuk Present Perfect Continuous Tense adalah:
(+) S + Has/Have + Been + V-Ing
(-) S + Has/Have + Not + Been + V-Ing
(?) Has/Have + S + Been + V-Ing

Contoh:
(+) Febby has been going to school since last year
(-) Febby has not been going to school since last year
(?) Has Febby been going to school since last year?

Seperti dalam Present Perfect Tense, pada Present Perfect Continuous Tense Has juga digunakan pada Subjek tunggal (She, He, It, Ranny, Mother, dll). Sedangkan Have digunakan pada Subjek jamak (They, We, I, You).

Bentuk waktu yang digunakan adalah:
> Once > Before > Since
> Twice > Three times > already, dll

2. PAST TENSE (BENTUK WAKTU LAMPAU)

A. Simple Past Tense
Simple Present Tense digunakan untuk menggambarkan sebuah kejadian yang telah terjadi di masa lampau.

 Febby went to school yesterday = Febby telah pergi ke sekolah kemarin

Pada contoh di atas terlihat bahwa Febby telah pergi ke sekolah kemarin, sedangkan hari ini belum diketahui apakah Febby sekolah atau tidak, atau mungkin sekali pada hari ini Febby tidak sekolah. Dan belum diketahui pula apakah besok Febby akan bersekolah.

Rumus untuk Simple Past Tense adalah:
(+) S + V2
(-) S + Did + Not + V1
(?) Did + S + V1

Contoh:
(+) Febby went to school yesterday
(-) Febby did not go to school yesterday
(?) Did Febby go to school yesterday?

Penjelasan :
Pada kalimat positif (+) digunakan Kata Kerja Kedua (Verb 2). Pada kalimat negatif (-) tidak digunakan lagi kata kerja bentuk kedua (V2), namun digunakan kata kerja bentuk pertama (V1). Begitupun pada kalimat pertanyaan. Namun pada kalimat negatif dan pertanyaan dipakai kata “Did” untuk menunjukkan bahwa itu kalimat Past Tense atau kalimat yang menunjukkan bahwa suatu kegiatan telah selesai dilakukan dalam bentuk negatif dan pertanyaan.

Pada kalimat pertanyaan, “Did” diletakkan pada awal kalimat, kemudian diikuti oleh Subjek dan kata kerja pertama (V1).

Bentuk waktu yang digunakan adalah:
 Yesterday
 Last night
 Last week
 Last month
 Last year, dll

B. Past Continuous Tense
Past Continuous Tense digunakan untuk menggambarkan sebuah kejadian pada masa lampau dimana kegiatannya sedang dilakukan pada saat itu.

 Febby was going to school at 7 o’clock yesterday = Febby sedang pergi sekolah pada pukul 7 kemarin

Rumus untuk Past Continuous Tense adalah:
(+) S + To Be (Was/Were) + V-Ing
(-) S + To Be (Was/Were) + Not + V-Ing
(?) To Be (Was/Were) + S + V-Ing

Contoh:
(+) Febby was going to school at 7 o’clock yesterday
(-) Febby was not going to school at 7 o’clock yesterday
(?) Was Febby going to school at 7 o’clock yesterday?

C. Past Perfect Tense
Past Perfect Tense digunakan untuk:

1. Menggambarkan sebuah kegiatan yang telah terjadi pada waktu lampau sebelum kegiatan yang lain terjadi. Dengan demikian ada dua kegiatan (two actions).

Contoh:
Luna had gone to the restaurant before he went home.

Pada contoh ini “had gone” adalah kegiatan pertama yang dilakukan oleh Luna, dan kegiatan ini berbentuk Past perfect. Sementara “went home” adalah kegiatan kedua. Kalimat kedua berbetuk Simple Past.

2. Suatu kegiatan yang dilakukan pada waktu tertentu di masa lampau dan telah selesai pada waktu lampau itu.

Contoh:
Luna had lived in Tangerang for 10 years before he moved to Jakarta.

Pada contoh ini kalimat “had lived in Tangerang” menunjukkan bahwa Luna telah menyelesaikan kegiatan di masa lampau.

Rumus untuk Past Perfect Tense adalah:
(+) S + Had + V3
(-) S + Had + Not + V3
(?) Had + S + V3

Berbeda dengan Present Perfect yang menggunakan 2 pilihan kata Bantu Has/Have (bergantung pada subjeknya), maka pada Past Perfect cuma digunakan 1 kata bantu, yakni Had.

Keterangan waktu yang digunakan adalah:
 Before
 Since
 After
 For…
 Dll.

3. FUTURE TENSE (BENTUK WAKTU AKAN DATANG)

A. Simple Future Tense
Simple Future Tense digunakan untuk menggambarkan sebuah kejadian yang akan terjadi di masa masa depan.

 Febby will go to school tomorrow = Febby akan pergi ke sekolah besok.

Pada contoh di atas terlihat bahwa Febby belum pergi ke sekolah. Dia baru akan pergi ke sekolah besok. Dengan demikian kegiatan itu (pergi ke sekolah) belum dilakukan dan baru akan dilakukan, yakni pada esok hari.

Rumus untuk Simple Future Tense adalah:
(+) S + + Will + V1
(-) S + Will + Not + V1
(?) Will + S + V1

Contoh:
(+) Febby will go to school tomorrow
(-) Febby will not go to school tomorrow
(?) Will Febby go to school tomorrow?

Penjelasan :
Semua kalimat (positif/negatif/pertanyaan) selalu menggunakan kata “Will” dan juga selalu menggunakan kata kerja pertama atau V1. Itulah ciri dari Simple Future Tense. Dan will itu sendiri dalam bahasa Indonesia berarti “akan”.

Bentuk waktu yang digunakan adalah:
 Tomorrow
 The day after tomorrow (2 hari kemudian/besok lusa)
 Next week (Minggu depan)
 Next month
 Next year, dll

B. Future Continuous Tense
Future Continuous Tense digunakan untuk menggambarkan sebuah kejadian yang sedang terjadi pada masa yang akan datang.

 Febby will be going to school at 7 o’clock tomorrow = Febby sedang akan pergi sekolah pada pukul 7 besok

Pada Future Continuous Tense tidak digunakan lagi To Be sebagaimana dalam Present Continuous (Is/Am/Are) atau Past Continous (Was/Were). Namun cukup gunakan kata “Be”.

Rumus untuk Future Continuous Tense adalah:
(+) S + Will + Be + V-Ing
(-) S + Will + Not + Be + V-Ing
(?) Will + S + Be + V-Ing

Contoh:
(+) Febby will be going to school at 7 o’clock
(-) Febby will not be going to school at 7 o’clock
(?) Will Febby be going to school at 7 o’clock?

Bentuk waktu yang digunakan adalah:
 At 7 o’clock
 At this time tomorrow
 Next Morning, dll

Demikian untuk sementara. Saya akan menjelaskan lebih jauh mengenai Tenses yang belum dibahas pada kesempatan yang lain. Ditunggu ya…

Posted in Grammar | Leave a Comment »

Adverb

Posted by robbymilana on April 16, 2010

Adverb adalah kata yang menerangkan kata kerja (Verb), kata sifat (Adjective), atau Adverbs lainnya.. Adverbs digunakan untuk memberikan informasi mengenai kata kerja) yang digunakan dalam suatu kalimat yaitu dengan menjelaskan bagaimana, kapan, atau dimana sebuah aksi (yang dijelaskan oleh kata kerja terkait) dilakukan.

Contoh-contoh adverbs yaitu antara lain: beautifully, tiredly, typically, completely, surprisingly, always, soon, however. Contoh adverbs yang menjelaskan kata kerja: He sang beautifully, I’m coming soon, You always laugh at me.

Ada 10 golongan Adverb dalam bahasa Inggris, yakni (1) Adverbs of Manner, (2) Adverb of Time, (3) Adverb of Place, (4) Adverb of Degree, (5) Interogative Adverb, (6) Adverb of Affirmation, (7) Adverb of Probability, (8) Adverb of Negation, (9) Adverb of Quantity, dan (10) Relative Adverb.

Adverb of Manner adalah Adverb yang menerangkan bagaimana suatu perbuatan dilakukan atau bagaimana suatu peristiwa terjadi. Contoh : actively, anyhow, boldly, calmly, carefully, distincly, easily, exactly, fast, gladly, how, intentionally, late, promptly, quickly, quietly, simply, sincerely, still, suddenly, together, willingly, wisely, wrongly, rapidly, immediatelly, slowly, dkk.

Adverb of Time adalah kata yang menerangkan kapan suatu peristiwa atau perbuatan itu terjadi. Contoh : always, never, immediately, before, frequently, lately, recently soon, today, still, yet, presently, shortly, now, yesterday, tonight, tomorrow, dkk. Adverb of Frequency (always, sometimes, never, etc) termasuk ke dalam golongan Adverb of Time.

Adverb of Place adalah Adverb yang menyatakan tempat terjadinya peristiwa atau perbuatan. Contoh : here, there, above, abroad, across, along, around, away, somewhere, anywhere, nowhere to run.
Adverb of Degree yaitu Adverb yang menerangkan sampai seberapa jauh atau sampai pada tingkat apa suatu keadaan itu terjadi. Contoh : Absolutely, completely, deeply, greatly, exactly, extreemly, exceptionally, perpectly, fairly, rather, dkk.

Adverb of Affirmation is Adverb yang mengekspresikan sesuatu atau situasi. Contoh: It’s practically impossible to know all English Words, She is decidedly better at English.

Posted in Grammar | Leave a Comment »

Nouns

Posted by robbymilana on April 16, 2010

Nouns atau kata benda didefinisikan sebagai nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Dengan kata lain, secara sederhana Noun adalah orang (person), tempat (place) atau benda (thing). Berikut contoh-contohnya:

 Orang: man, woman, teacher, John, Rani
 Tempat: home, office, town, countryside, Indonesia
 Benda: table, car, banana, money, music, love, dog, monkey

Dari contoh di atas dapat dilihat dengan sangat jelas apa yang dimaksud dengan Nouns. Tapi mohon diperhatikan bahwa kata “love” dapat menjadi Noun, tapi juga dapat menjadi Verb.

Untuk mempermudah cara mengenali Nouns, coba perhatikan juga “akhiran” (ending), “posisi” (position), dan “fungsi” (function) Nouns dalam sebuah kalimat.

1. Noun Ending
• -ity > nationality
• -ment > appointment
• -ness > happiness
• -ation > relation
• -hood > childhood

2. Position in Sentence
Nouns yang selalu datang setelah determiner (determiner adalah kata seperti: a, an, the, this, my, such):
• a relief
• an afternoon
• the doctor
• this word
• my house
• such stupidity

3. Nouns yang selalu datang setelah satu atau lebih adjectives (kata sifat):
• a great relief
• a peaceful afternoon
• the tall, Indian doctor
• this difficult word
• my brown and white house

4. Function in a Sentence
Nouns mempunyai beberapa fungsi tertentu dalam sebuah kalimat. For example:
• Sebagai Subject of Verb: Doctors work hard.
• Sebagai Object of Verb: He likes coffee.
• Sebagai Subject and Object of Verb: Teachers teach students.

Mohon hati-hati, karena tidak semua subject atau object dari sebuah kalimat adalah Noun. Bisa saja dia adalah pronoun atau phrase. Pada contoh kalimat di atas, “My doctor works hard”, Noun-nya adalah “doctor” tapi subject-nya adalah “My doctor”.

Selain hal-hal di atas, Noun juga dapat dibagi lagi, yakni dibagi berdasarkan cara menghitungnya. Pembagian kata benda menurut bagaimana menghitungnya (how to count it), yakni Countable Nouns dan Uncountable Nouns.

Countable Noun atau kata benda yang bisa dihitung memiliki bentuk singular dan plural, mereka digunakan bersama dengan singular atau plural verb. Uncountable noun atau kata benda yang tidak dapat dihitung hanya memiliki satu bentuk, mereka digunakan bersama dengan singular verb.

Countable noun adalah individu, tempat, atau benda yang bisa dilihat dan dihitung. Ada beberapa kategori countable noun, diantaranya adalah:
1. Nama Orang, Hubungan Mereka, dan Pekerjaan Mereka
examples: one boy, one friend, one student, two boys, two friends, two students
2. Nama Binatang, Tumbuhan dan Serangga
examples: one dog, one flower, one bee, two dogs, two flowers, two bees
3. Nama Benda yang Pasti Jumlahnya dan Bentuknya Perindividu
examples: one car, one house, one room, two cars, two houses, two rooms
4. Unit dari Ukuran
examples: one inch, one pound, one degree, two inches, two pounds, two degrees
5. Unit dari Klasifikasi Masyarakat
examples: one family, one country, one language, two families, two countries,two languages
6. Isi dari Pasta Gigi, Gas, Air, dan lain-lain
examples: one bottle, one jar, one tube, two bottles, two jars, two tubes
7. Jumlah Terbatas dari Konsep yang Abstrak
examples: one idea, one invention, one plan, two ideas, two inventions, two plans

Uncountable noun hanya memiliki satu bentuk. Mereka digunakan bersama dengan singular verb. Beberapa kategori uncountable noun adalah:
1. Makanan yang Biasanya Dikategorikan dalam Berbagai Bentuk
examples: bread, meat, butter
2. Bahan-Bahan tertentu Yang dapat Berubah atau Merubah Sebuah bentuk
examples: wood, iron, grass
3. Cairan
examples: oil, tea, milk
4. Benda Alam
examples: steam, water, ice, smoke, ashes, oxygen
5. Benda-Benda Kecil
examples: rice, sand, sugar
6. Kelompok Benda-Benda Dari Ukuran dan Bentuk yang Berbeda
examples: clothing (a coat, a shirt, a sock), furniture (a table, a chair, a bed), luggage (a suitcase, a trunk, a box)
7. Bahasa
examples: Arabic, Japanese, Spanish
8. Konsep Abstrak yang Biasanya Berakhiran: – ness, – ance, – ence, -ity
examples: beauty, ignorance, peace
9. Sebagian Besar Akhiran -ing
examples: learning, shopping, working

Plural Nouns
Plural Nouns adalah kata benda yang jumlahnya lebih dari satu (jamak) yang biasanya terdapat dalam suatu kalimat. Plural Nouns penting untuk diketahui karena: Pertama, untuk membedakan dengan penggunaan kata benda tunggal (singular). Kedua, juga penting untuk membedakan penggunaan “S” pada Possesive Form of Nouns.
Dalam bahasa Inggris, untuk menyebut benda yang berbentuk jamak biasanya digunakan dua cara:

1. Dengan menggunakan huruf “S” dibelakang suatu kata benda pada bentuk regular (beraturan).
> Door (satu buah pintu) Doors (banyak pintu)
> Book (satu buah buku) Books (banyak buku)

2. Pada bentuk irregular (tak beraturan) maka untuk menunjuk suatu kata benda berjumlah lebih dari satu perlu diubah bentuknya.
> Man (seorang laki-laki) Men (banyak laki-laki)
> Woman (seorang wanita) Women (bannyak wanita)
> Child (seorang anak) Children (anak-anak)
> Foot (sebuah kaki) Feet (kaki-kaki)
> Tooth (sebuah gigi) Teeth (gigi-gigi)
> Mouse (seekor tikus) Mice (tikus-tikus)

Tolong perhatikan pula cara membentuk Plural Nouns dengan menggunakan akhiran “S” berikut:

☻ Pada kata benda yang diakhiri dengan huruf Y yang huruf tersebut didahului oleh huruf hidup (vowel), maka cukup tambahkan “S”.
Key – Keys Toy – Toys Tray – Trays

☻ Pada kata benda yang diakhiri dengan huruf Y yang huruf tersebut didahului oleh huruf mati (consonant), maka Y diubah menjadi I lalu tambahkan “ES”.
City – Cities Country – Countries Lady – Ladies

☻ Pada kata benda yang diakhiri dengan huruf S, Z, CH, SH, X , maka ubah dengan tambahkan “ES”.
Church – Churches Box – Boxes Class – Classes

☻ Pada kata benda yang diakhiri dengan huruf F atau FE, maka ubah akhiran kata tersebut menjadi “VES”.
Wife – Wives Leaf – Leaves Half – Halves

☻ Pada kata benda yang diakhiri dengan huruf O yang huruf tersebut didahului oleh huruf mati (consonant), maka ubah akhirannya dengan “ES”.
Potato – Potatoes Hero – Heroes

Perhatikan contoh-contoh berikut:

1. The child plays in the park every morning
(The children play in the park every morning)
2. The knife is next to the plate
(The knives are next to the plate)
3. The dish is on the table
(The dishes are on the table)
4. I have a new pen
(I have new pens)
5. The plane leaves from the airport
(The planes leave from the airport)

Jangan lupa ketika menggunakan Plural Nouns untuk juga mengganti Verb nya. Misalnya pada contoh nomor 1 di atas terdapat kata “the child plays…”. Kalimat ini menunjukkan Simple Present sehingga kata “play” ditambahkan “S”. Kata “play” menggunakan “S” karena subjeknya tunggal, yakni “child”. Namun ketika Subjeknya berubah menjadi jamak, yakni “children”, maka huruf “S” tadi tidak digunakan lagi.

Sedangkan pada contoh nomor 2, “is” berubah menjadi “are” karena subjeknya juga berubah dari “knife” (tunggal) menjadi “knives” (jamak). Mudah kan?

Posted in Grammar | Leave a Comment »

Antara Solo dengan Tanjung Priok

Posted by robbymilana on April 16, 2010

Walikota Solo, Joko Widodo (yang akrab disapa Jokowi), pernah menjadi Tokoh Terbaik 2008 versi majalah Tempo. Penghargaan ini diberikan kepada Jokowi salah satunya adalah karena dia berhasil mendemonstrasikan bagaimana memanusiakan warganya. Ketika harus memindahkan pedagang kaki lima, Jokowi tidak melakukan pendekatan represif; dia tidak memilih jalan pintas dengan mengerahkan aparat atau membakar lokasi atau bahkan melakukan tindakan brutal yang bersifat militeristik. Jokowi justru mengundang makan para pelaku sektor informal itu. Bayangkan, untuk melakukan “penggusuran”, Walikota Solo ini mengundang makan sekitar 5000 PKL dan itu dilakukan sebanyak 54 kali makan. Sikap yang “aneh” dalam kultur pejabat Indonesia.

Konsep Represis State Apparatus milik Althusser tidak berlaku bagi Pemimpin Solo ini. ”Setelah makan, ya, saya suruh pulang lagi,” kata Jokowi. Dan setelah undangan makan yang ke-54, Jokowi baru yakin para pedagang sudah siap dipindahkan. Dan yang membuat decak kagum adalah acara pemindahan yang sebetulnya penggusuran itu berlangsung dengan meriah, lengkap dengan arak-arakan yang diramaikan pasukan keraton. Para pedagang gembira ria, bahkan mereka menyediakan tumpeng sendiri!

Ini soal kepemimpinan. Saya yakin Jokowi melihat bahwa bagaimanapun posisinya sebagai Walikota Solo tidak banyak berarti tanpa rakyatnya. Tanpa kewibawaan, niscaya Jokowi akan kehilangan kepercayaan dan dukungan rakyat.

Saya jadi teringat dengan sejarah negara penjajah terbesar di dunia, Inggris. Ketika Inggris menjajah Amerika, mereka berperang dan membunuh siapapun lawan mereka. Namun ada prinsip yang sangat unik yang diterapkan tentara Inggris waktu itu: mereka menolak berperang secara brutal dan tidak manusiawi. Alasannya sederhana, yakni setelah perang berakhir, mereka, para penjajah Inggris itu, akan hidup berdampingan dan berdagang dengan negara jajahan. Aryinya, untuk mencapai sebuah tujuan, strategi lebih layak digunakan dibanding barbarianisme. Toh Inggris menjadi negara paling berpengaruh di kolong jagad hingga saat ini.

Jika Jokowi mengambil sikap yang santun dan manusiawi dalam melakukan penggusuran, maka Pemerintah DKI (yang seharusnya menjadi role model) justru bertindak sebaliknya. Melalui media kita sama-sama menyaksikan bahwa berita mengenai eksekusi makam di Tanjung Priok menuai banyak korban. Menurut laporan Polda Metro Jaya, 134 orang terluka akibat tragedi kerusuhan Makam Mbah Priok. Mereka terdiri dari 10 anggota kepolisian. Dua di antaranya luka parah. 69 Polisi Pamong Praja dan 55 warga juga terluka.

Ada dugaan bahwa Satpol PP yang menjadi pelaksana eksekusi di lapangan sudah main mata dengan PT Pelindo; artinya, tindakan yang dilakukan Satpol PP berada di luar kontrol pemerintah DKI. Ini sangat mustahil. Karena bagaimana pun bertindaknya Satpol PP yang hanya “alat” tentu setelah ada “perintah” dari pemerintah yang berwenang.

Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi mengenai tragedi eksekusi makam di Tanjung Priok:

Pertama, Pemda DKI masih menggunakan cara lama dalam menangani penyelesaian penggusuran, yakni menggunakan cara-cara represif dan seakan tidak mengenal pendekatan dialogis. Akibatnya, banyak korban yang pasti jatuh karena kebijakan tersebut.

Kedua, terkumpulnya opini publik bahwa (1) pemerintah selalu berpihak pada pemilik modal dan (2) selalu terbuka tindakan “main mata” antara pemerintah dengan pemilik modal.

Ketiga, pemerintah akan semakin kehilangan kewibawaannya akibat tidak memperlakukan rakyatnya secara manusiawi dan beradab.

Jadi jika ditanya apa perbedaan antara Solo dengan Tanjung Priok, maka jawabannya adalah soal kepemimpinan dan perlakuan pemerintah terhadap rakyat. Yang pertama memiliki kepemimpinan yang berwibawa dan memperlakukan rakyatnya secara bijaksana, maka yang kedua memiliki kepemimpinan otoriter, represif dan memperlakukan rakyatnya tidak lebih sebagai “objek” penderita kebijakan.

Sikap Kasar Satpol PP

Bentrok antara Satpol PP dengan warga Priok saat akan dilaksanakan eksekusi terhadap makam Mbah Priok.

Posted in Aktualita | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Object Pronoun

Posted by robbymilana on April 16, 2010

Jika sebelumnya kita sudah mempelajari tentang Subject (she, he, it, they, we, I, you, dll), maka sekarang kita akan mempelajari tentang Object Pronouns.

Object Pronouns adalah kata ganti milik (orang atau benda) yang berfungsi sebagai “object”. Dengan kata lain “kata ganti milik yang dikenai tindakan”.

Berikut adalah Object Pronouns:
She – object pronounnya: Her
He – object pronounnya: Him
It – object pronounnya: It
They – object pronounnya: Them
We – object pronounnya: Us
I – object pronounnya: Me
You – object pronounnya: You

Contoh object pronouns:
I know about her
She gives him a kiss
They give it to us
He hit them twice
Father prouds to us
Don’t tell me about that
I trust to you

Posted in Grammar | Leave a Comment »

A dan AN

Posted by robbymilana on April 16, 2010

Pelajaran berikut ini sebenarnya merupakan pelajaran yang sangat sederhana. Pelajaran yang dimaksud yaitu tentang penggunaan “A” atau “AN”.

Sederhananya, kita menggunakan “A” atau “AN” untuk menerangkan kata benda yang berjumlah tunggal atau satu. Karena itu “A” atau “AN” berarti: satu, sebuah, seorang, setangkai, dan lain-lain yang bermakna bahwa benda tersebut berjumlah tunggal atau satu.

 A book : sebuah buku
 An apple : sebuah apel

“A” digunakan untuk mendahului kata benda yang huruf depannya huruf mati (consonant). Sementara “AN” digunakan untuk mendahului kata benda yang huruf depannya huruf hidup (vowel). Lihat contoh di atas dan contoh berikut.

Contoh untuk A:
A women (seorang wanita)
A boy (seorang anak laki-laki)
A can of beef (sekaleng daging)
Dll..

Contoh untuk AN:
An umbella (sebuah payung)
An egg (sebutir telur)
An hour (satu jam)
Dll..

Posted in Grammar | Leave a Comment »

To Be

Posted by robbymilana on April 16, 2010

Untuk bisa membuat kalimat dengan baik, Anda harus mempelajari To Be terlebih dahulu. To Be sangat penting untuk diketahui, terutama jika nantinya ingin mempelajari tentang Tenses. Dalam Bahasa Inggris, ada beberapa bentuk To Be. Namun untuk kesempatan ini secara garis besar akan dipelajari To Be dalam bentuk Present Tenses dan To Be dalam bentuk Past Tense.

To Be dalam Present Tense ada 3 jenis, yakni Is, Am dan Are:
1. Untuk subjek tunggal (she, he, it), to be yang digunakan “IS”.
2. Untuk subjek “I”, to be yang digunakan “AM”.
3. Untuk subjek jamak (they, we, you), to be yang digunakan “ARE”.

Sementara dalam Past Tense, To Be hanya ada dua, yaitu Was dan Were.
1. Untuk subjek tunggal (she, he, it), to be yang digunakan “WAS”.
2. Untuk subjek “I”, to be yang digunakan “WAS”.
3. Untuk subjek jamak (they, we, you), to be yang digunakan “WERE”.

Dalam kalimat Negatif, tambahkan “NOT” setelah To Be;
 (+) She is a student : (-) She is not (isn’t) a student
 (+) She was a student : (-) She was not (wasn’t) a student

Sementara dalam kalimat Interogatif To Be diletakkan di awal kalimat.
Is she a student?
Was she a student?

Mudah sekali bukan? (Bukaaaan…!). Walau mudah, kalau tidak dipahami maka tetap saja akan menjadi susah.

Posted in Grammar | Leave a Comment »

Manakah Sekolah Untuk Kami

Posted by robbymilana on April 16, 2010

Satu tahun yang lalu dua buah gedung sekolah baru dibangun di sekitar pinggiran Jakarta. Gedung yang pertama merupakan sebuah gedung yang sangat bonafid. Bahan bangunannya mewah. Dindingnya terbuat dari bata merah kokoh yang di bungkus dengan semen dan pasir mahal membentuk gaya minimalis dengan cat khas hotel-hotel bintang lima. Ruang-ruang kelasnya sangat nyaman dengan pendingin ruangan (AC) di sana sini. Saking kerennya, gedungnya bertingkat lima ke atas dan lima ke bawah. Bahkan di toiletnya terdapat eskalator canggih agar para siswa dapat buang air dari lantai ke lantai.

Hari ini sekolah itu sudah beroperasi. Saat hari pendaftaran, jalan di sekitar menjadi macet karena mereka yang hendak mendaftar memarkir mobilnya sampai ke pinggir jalan. Lapangan parkir seluas tiga hektar sudah penuh. Karena itu di pinggir jalan juga tampak terlihat para supir pribadi yang sedang kongkow sambil mengopi atau main catur.
Ketika bel pulang berbunyi, jalan di sekitar sekolah itu lebih macet lagi. Anak-anak berkulit bersih dan beraroma harum berhamburan menuju kendaraan masing-masing yang berharga ratusan juta rupiah. Rata-rata mata mereka sipit. Tapi banyak juga yang berkulit hitam, namun bersih mengkilat seperti kulit manggis terkena mentega.
Walau jalan menjadi macet, tapi tidak ada yang mengeluh. Malah sebagian pengguna jalan tampak terkagum-kagum.

“Anak SD pulang saja mobilnya sampai berjejer begini,” ucap salah seorang pengguna jalan yang kebetulan lewat.

Polisi yang mengatur lalu lintas pun tak henti-hentinya melebarkan senyuman.

“Motto kami,” ungkap salah seorang guru di sekolah itu saat diwawancarai oleh sebuah media cetak terkenal, “adalah menjadikan para generasi muda ini menjadi cerdas secara intelektual, emosional dan spiritual. Karena itu kami lengkapi fasilitas untuk mereka seoptimal mungkin. Metode mengajar kami juga sangat modern, dimana guru hanya bertindak sebagai fasilitator, dengan kurikulum yang paling mutakhir.” Saat di Tanya berapa biayanya, dia menjawab, “Biaya bukan hal yang dominan. Pendaftaran di sekolah ini cuma 30 juta persiswa dan biaya SPP sebesar 750 ribu perbulan.” Luar biasa!

Sementara itu gedung sekolah yang kedua bangunannya tampak aneh. Dibilang sudah jadi, tapi tampak miring. Dibilang belum jadi tapi sudah beroperasi. Bahan bangunannya terbuat dari campuran berbagai macam bahan. Sebagian ada bata putih, sebagian ada triplek. Semua dicampur jadi satu. Plafonnya dari dus bekas yang dicat warna-warni agar tampak bagus, tapi malah norak. Luas seluruh bangunan sekitar lima ratus meter persegi. Berlantai dua. Tapi jika hendak naik ke lantai dua harus berhati-hati karena tangganya merupakan tangga kayu pohon kelapa yang sudah lapuk. Ruang kelasnya kurang nyaman. Meja dan kursinya adalah kayu-kayu yang lebih layak dibakar untuk dijadikan arang daripada digunakan untuk belajar. Tapi ruangannya lumayan sejuk karena sebagian dindingnya tak berjendela. Terkadang ada ayam yang suka masuk lewat sana untuk bertelur di bawah papan tulis yang warnanya nyaris hitam muda!

Para siswanya golongan akar rumput, yakni mereka yang jika berada dalam grafik balok pendapatan, gambar pendapatannya sama rata dengan garis horizontal. Tapi mereka tampak gemuk-gemuk; perutnya buncit cacingan, kulitnya tebal berdaki.

Seorang siswi perempuan dan seorang siswa laki-laki sedang bermain di taman sekolah saat jam istirahat. Tapi mengherankan. Meski dinamakan taman, namun cuma ada sebuah pohon petai cina saja di situ. Tidak ada rumput Jepang atau bunga-bunga indah. Di bawah pohon terlihat segerombolan kambing yang sedang berteduh dari panasnya matahari. Kedua siswa tadi saling terkikik. Yang laki-laki mencoba menggoda yang perempuan. Yang perempuan acuh tak acuh sambil menarik ingusnya yang hampir meleleh ke bibir.

Saat para siswa dari sekolah miskin itu pulang, jalanan menjadi agak padat karena semua siswa berjalan bersama-sama menuju rumah sampai memenuhi badan jalan. Tidak ada mobil jemputan yang menunggu. Semua berjalan kaki. Ada yang harus berjalan sejauh 2 kilometer untuk menuju rumahnya. Seorang siswi yang berada di antara gerombolan itu berjalan terpincang-pincang. Sepatu yang digunakannya adalah sepatu yang dia sudah pakai sejak tiga tahun lalu sehingga telah robek-robek. Ibu jarinya mengintip dari ujung sepatu. Panasnya aspal menggigit kaki mungilnya yang berdebu. Seorang polisi membentak galak saat ada salah seorang siswa yang bercanda agak ke tengah jalan.

“Emang ini jalan bapak moyang kamu!”, bentak Pak polisi.

Si anak diam saja sambil meneruskan langkahnya. Candanya yang tadi tiba-tiba hilang. Dalam hati dia bilang, “Emang ini bukan jalan bapak moyang saya. Tapi yang jelas juga bukan jalan milik bapak moyang Anda, pak polisi.”

“Motto sekolah kami,” kata salah seorang guru di sekolah itu, “Adalah bagaimana para siswa dapat bersekolah. Kami tidak menjanjikan apa-apa kepada mereka. Fasilitas kami terbatas. Tenaga pengajar kami terbatas. Metode pengajaran dan kurikulum kami pun sangat sederhana. Tapi kami berusaha seoptimal mungkin agar mereka dapat pintar. Minimal mereka bisa lulus dan mendapat ijazah. Karena di negara kita ijazah lebih dihargai dibanding kualitas manusianya.” Saat ditanya berapa biaya untuk masuk ke sekolah itu, guru tadi menjawab, “Kami tidak mematok harga. Silahkan saja semampu orang tua murid. Malah ada yang cuma membayar dengan bawang pun kami terima.”

Yang menjadi pikiran adalah, para siswa yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia ini justru berada di sekolah-sekolah seperti sekolah miskin itu. Padahal sejujurnya mereka tentu ingin sekolah dengan fasilitas yang bagus agar mereka menjadi pintar dan berprestasi. Namun untuk bersekolah di sekolah yang serba lengkap dan bagus tentu mereka tidak akan mampu membayar biayanya. Sedangkan jika sekolah di tempat seadanya, maka mereka akan banyak tertinggal dengan kualitas yang rendah. Lalu tak adakah sekolah yang layak untuk sebagian besar generasi di negeri ini?

Nanti, saat mereka hidup dalam dunia bisnis yang semakin menuntut persaingan bebas, mereka tentu akan tersingkir oleh anak-anak yang dari sekarang memang sudah dijamin oleh fasilitas-fasilitas hidup yang memuaskan. Maka mereka, anak-anak akar rumput ini, akan terus mewariskan kemiskinan mereka. Padahal, kemiskinan telah mereka wariskan selama tujuh turunan tujuh tanjakan. Sampai sekarang dan nanti sepertinya belum akan berubah.

Suatu kali salah seorang siswa dari sekolah miskin tadi yang bernama Sudirman membuat puisi pada acara peringatan HUT RI. Dia bilang dalam salah satu bait puisinya: “Berilah kami sedikit kesempatan. Kesempatan untuk sekedar menjadi bagian dari dinar kemanusiaan. Kesempatan untuk sekedar dianggap sebagai manusia yang layak diperhatikan!”

Puisi Sudirman mendapat banyak tepukan hangat, namun hanya dari kalangan itu saja. Bukan dari para pemangku kebijakan atau dari para pemilik modal. Kalau demikian, sekolah memang hanya seperti tempat bisnis sebagaimana bisnis biasanya. Dan ini merupakan kenyataan yang sangat getir…

Siapa yg mampu menjawab saat para siswa itu bertanya, “Manakah sekolah untuk kami…?”

Kita hanya bisa diam.

Posted in Resonansi | Leave a Comment »